Sharing Session Asian Games 2018

Judul : Sharing Session “Becoming International Broadcaster Team Asian Games 2018”

Tanggal : Rabu, 26 September 2018

Waktu : Pk14.00-selesai WIB

Tempat : Lecture Hall Universitas Multimedia Nusantara

Pembicara :

1. Stefanus Putra Salatananda Williem

2. Samuel Pratama

3. Devin Yulianto

4. Rafael Ryandika

5. Steven Hartoyo

6. Timotius

7. Daril Widhi W.

SESI I

Perkenalan singkat

Asian Games merupakan pekan olahraga yang diselenggarakan oleh pihak INASGOG & IGBS mengenai internship, dll. Dalam sesi 1 akan di isi oleh 5 mahasiswa UMN yang mengikuti magang di GNU, yaitu

Pembicara 1 : Rafael Ryandika (Producer in GNU & BTS)

Pembicara 2 : Samuel Pratama (Producer & Remote Pilot Drone in GNU & BTS)

Pembicara 3 : Steven Hartoyo (Camera Person, Visual Observer & Drone Pilot  pengganti in GNU & BTS)

Pembicara 4 : Devin Yulianto (Camera Person & Visual Observer in GNU & BTS)

Pembicara 5 : Stefanus Putra Salatananda Williem (Editor & Drone Pilot pengganti in GNU & BTS)

Sesi wawancara

  • Apa yang dimaksud dengan GNU?

GNU (Games News Update) badan yang dibentuk dalam rangka persiapan pemerintah untuk menyambut Asian Games yang dikhususkan untuk audience Internasional dan sebagai alat untuk mempromosikan Indonesia serta menyiarkan sudah sampai sejauh mana persiapan dari Asian Games sendiri.

  • Bagaimana proses dari awal hingga terpilih sebagai salah satu bagian di GNU?

Pada awalnya mereka mendapat informasi dari dosen dan Mbak Vika yang merupakan salah satu staff UMN menawarkan kelima orang ini untuk terlibat dalam GNU. Mereka pun menerima tawaran tersebut dan mendaftarkan diri.

Di bulan Februari mereka melakukan wawancara dengan seorang senior produser via Skype yang bernama Matthew Smith. Lalu dilanjutkan dengan dilakukannya penugasan awal pada akhir bulan Februari. Pada saat itu mereka langsung terjun ke lapangan dan bertugas di CFR (Car Free Day) di Tomang dan Sudirman.

Sebelum kegiatan CFD, yaitu pada hari Sabtu, mereka first meet dengan GNU. Disana mereka dijelaskan GNU itu apa, tugasnya bagaimana, berapa lama mereka akan bertugas, serta penandatanganan kontrak yang dilakukan H-1 sebelum liputan pertama yang dilakukan pada hari minggu ketika CFD.

Pada pertemuan GNU kedua mereka meliput  mengenai masalah kemacetan di Jakarta akibat Asian Games. Dan terus melakukan liputan hingga H-1 sebelum acara Asian Games Berlangsung.

  • Bagaimana sistem kerja dari GNU?

Pembagian tugasnya seperti yang sudah dijelaskan di awal. Namun, pada kenyataannya mereka saling bantu membantu satu sama lain. Apa yang bisa dikerjakan akan sesegera mungkin mereka kerjakan dan selesaikan.

  • Bagaimana dengan hari kerjanya?

GNU sendiri meliput hal-hal sebelum acara Asian Games dimulai. Termasuk persiapannya bagaimana, perkembangannya sudah sejauh mana, dsb. Dari awal masuk hingga bulan April mereka melakukan sitem 5x kerja dalam tiap bulan. Selanjutnya pada bulan Mei dan Juni, setiap minggunya mereka selalu membuat konten dengan 2-3 hari libur.

  • Kemarin kan kalian bekerja sama dengan orang yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya mengenai kulturnya, gimana penyesuaiannya ?(bule , teman baru,dll)

Pada awalnya pasti mengalami yang namanya culture shock karena mereka bekerja dengan orang asing. Mereka mendapat kendala terutama berupa bahasa. Namun, mereka mau berkembang dengan mau selalu belajar lebih baik lagi. Disana mereka menerapkan sistem “Learning by doing”. Hal ini di disampaikan oleh salah satu pembicara Steven Hartoyo. Di antara mereka berlima, kemampuan berbahasa inggris Steven tidak sebagus teman-temannya. Dia menjadi orang yang paling diam ketika sehingga bingung bagaimana harus menanggapi omongan dari lawan bicaranya yang menggunakan bahasa inggris. Steven  memberikan tips bahwa walaupun kemampuan bahasa inggrisnya jelek, tetapi ia mau belajar dan mau berkembang.

  • Suka dukanya berkeja untuk IGBS di posisi GNU tersebut?

Bekerja untuk IGBS di posisi GNU banyak sukanya namun mereka juga tidak luput dari duka. Salah satu kejadian kurang menyenangkan yang dihadapi mereka adalah pada awalnya, mereka hanya mendapat satu orang produser yaitu Matthew Smith. Namun, di tengah-tengah pekerjaan mereka, ada tambahan satu orang produser lagi yang bernama Glen. Adanya tambahan produser mengakibatkan mereka harus mendapatkan kerjaan lebih sehingga mereka mengerjakan dua pekerjaan yang berbeda. Duka lainnya adalah adanya perjanjian awal yang mengharuskan mereka untuk tidak meng-share foto-foto selama mereka disana di sosial media. Namun, hal positifnya adalah mereka dapat menikmati momen ini untuk disimpan dan dijadikan kennag-kenangan.

Menurut mereka duka yang mereka alami tidak ada apa-apanya karena dari situ mereka bisa banyak hal-hal baru seperti bagaimana kehidupan media broadcasting. Mereka belajar cara work flow media bagaimana, cara berkomunikasi yang baik dan benar sehingga tidak miss communication. Karena dalam pekerjaan ini, komunikasi sangatlah penting antara tim, stakeholder, serta pemangku kepentingan lainnya.

Mereka juga mendapatkan pembelajaran bahwa mereka tidak boleh lengah dan melewatkan momen sedikitpun karena pada saat itu mereka mengalami kejadian yang kurang menyenangkan yaitu mereka melewatkan satu momen sehingga merugikan perusahaan yaitu tidak mendapatkan gambar MVP swimmer Jepang yang naik ke atas panggung. Namun, dari kejadian ini mereka mengambil satu pembelajaran bahwa jangan sampai kejadian ini merusak dirimu dengan adanya momen ini/hal ini kita harus tahu bahwa diri kita adalah orang yang membanggakan. Selain mendapat pembelajaran tadi, mereka jauh lebih bisa me manage waktu dengan baik. Karena sistem kerja disana serba cepat dan tepat waktu akibat mengikuti gaya kerja orang luar. Hal lainnya yang di dapatkan mereka jadi lebih tahu tempat dibandingkan orang lain karena sudah melakukan reset tempat.

  • Pesan-pesan bagaimana bisa mengembangkan soft skill dan bisa bekerja dengan orang lain?

Dalam bekerja, kita harus menerapkan sistem cara kerja secara profesional “apply western standard in your work.” Kata salah satu pembicara. Seringkali kita menerapkan standard orang Indonesia dimana cara kerja kita lambat, tidak on time. Sementara dalam bekerja profesional, time management dan bekerja secara efektif dan efisien sangat diperlukan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan antara lain

  1. Good attitude. Dalam bekerja, harus punya attitudeyang baik yaitu sopan, cheerfull, punya kebiasaan yang baik, tulus, dan sikap yang baik.
  2. Fulfill your promise. Selalu tepati janji. Kalau misalkan sudah terlanjur janjian dengan orang tersebut komunikasikan dengan baik sehingga tidak ada kesalahpahaman.
  3. Planning your day.Rencanakan semua kegiatanmu pada hari itu. Tidak perlu secara rinci tetapi setidaknya harus tahu apa yang hendak dilakukan pada hari itu.
  4. Get all the things done today.Apa yang menjadi pekerjaan hari ini, harus diselesaikan hari ini juga.
  5. Efficient & effective
SESI TANYA JAWAB I
  • Penanya 1 : Candradewi, Film 2018

Pertanyaan : Pada saat lagi live, ada berapa banyak kamera & apa saja jenis kameranya?

Jawaban : Pada saat closing di PCR (Production Control Room) terdapat 36 kamera sama dengan pada saat opening. Terdapan empat CCU operator yang masing-masing memegang 4 . Selain itu ada

  • Switcher yaitu orang yang mengontrol switch.
  • Produser yang mengontrol kamera mana yang mau ditayangkan
  • Time keeperdia adalah bagian yang melihat run down agar sesuai dengan jadwal.
  • Terdapat pula layar sebesar 52 inch sebanyak 6 buah.
  • Untuk tipe kamera yang digunakan berbeda-beda seperti panasonic, sony,dsb. Mereka juga menggunakan spidercam.
  • Penanya 2 : Michael, Jurnalistik 2018

Pertanyaan : Untuk konten sendiri dibuat berdasarkan orderan dari atasan atau dari sumber lain atau dari diri sendiri?

Jawaban : Pada awalnya, ada permintaan konten dari NETT. Namun, muncul pertanyaan “ sebenarnya apa yang spesial dari Indonesia?”. Maka dari saat itu, selanjutnya mereka diminta untuk men-submit ide setiap dua minggu sebelum liputan. Mereka saling sharing ide, lalu ide tersebut disetujui, mereka membuat script kasar, selanjutnya baru turunlah ide tersebut. Disini yang menjadi tantangan mereka bekerja dengan orang luar, yaitu bagaimana mereka mengatur waktu kerja dengan orang luar yang berbeda jam. Mereka saling berkomunikasi dan menyamakan jadwal sehingga mereka hanya bisa mengirimkan pekerjaan setiap pk13.00 melalui email dan sebaliknya. Hal ini menjadi suatu challenge tersendiri bagi mereka.

Penutup Sesi 1

Sesi ini diakhiri dengan kata-kata penutup dari salah seorang pembicara bahwa Everything happens for a reason. ” Yang artinya adalah segala sesautu terjadi karena suatu alasan.

SESI II

Perkenalan Singkat

Pembicara 1 : Timotius (Logger di IGBS)

Pembicara 2 : Daril Widhi W. (Camera Assistant di IGBS)

Sesi Wawancara

  • Apa motivasi kalian sampai tertarik dan mau daftar menjadi volunteer ?

Timotius dan Daril melihat adanya peluang besar dalam Asian Games. Asian Games terkahir dilakukan pada tahun 1962 dan mereka melihat ada peluang yang tidak setiap tahunnya bisa mereka dapatkan maka mereka pun ikut dan mendaftarkan diri menjadi salah stu bagian dari Asian Games.

  • Proses kakak untuk menjadi bagian dari Volunteer ini seperti apa sih?(mulai dari wawancara, ketemu orang IGBS,dll)

Proses pendaftaran terbuka bagi seluruh universitas yang bekerjasama dengan INASGOG. Pada saat itu sosialisasi dilakukan oleh pihak UMN dan disebarluaskan melalui email student. Dari situlah mereka mencoba untuk mendaftar, lalu mengikuti seminar, mengisi formulir, dan merekapun berlanjut. Dalam prosesnya mereka juga mengikuti tahap wawancara yang dilakukan dalam bahasa inggris.

Timeline kerja mereka sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 26 Januari mereka engirimkan email pengajuan kerja magang.
  2. Selanjutnya mereka mengikuti simulasi magang.
  3. Pada tanggal 17 April 2018 mereka melakukan kegiatan wawancara.
  4. Pada tanggal 28 Mei mereka mendapatkan email penerimaan & posisi kerja magang.
  5. Melakukan konsultasi dengan dosen & pihak IGBS.
  6. Mengurus berkas dan mempelajari cabang olahraga.
  7. Pada tanggal 9 Agustus – 1 September dimulai kegiatan kerja magang.
  • Apa saja yang dilakukan pada saat magang?
  1. Logger: Sebagai production assistant, fungsi library. Kebanyakan menyeleksi mana footage-footage terbaik yang ada di lapangan. Jadi, sebelum sampai ke editor, mampir dulu di logger.
  2. Camera Assistant : Membantu camera managar kerjanya lebih mudah. Pada saat camera man turun ke lapangan, camera assistant bertugas untuk menjaga kamera agar tidak jatuh akibat tersandung ataupun tersenggol pada saat liputan berlangsung, mereka juga yang membantu untuk mengecek baterai apakah masih cukup atau tidak. Mereka tidak mengurus bagian per kabel-an karena kamera yang digunakan sudah tidak menggunakan kabel melainkan menggunakan PCR melalui sinyal.
  • Bagaimana dengan hari kerjanya?

Untuk Logger sendiri saat berada di lapangan sangat straight dan tepat waktu. Untuk pembagian kerjanya sendiri terdiri dari 5 hari kerja. Setiap hari 8 jam termasuk jam istirahat.

Kalau camera assistant sistem kerjanya adalah bergantian satu sama lain. Setidaknya dalam satu minggu mendapat 4 kali kerja.

  • Suka dukanya berkeja untuk IGBS?

Pernah ada satu hari Daril harus meliput perlombaan yang harusnya dimulai pada pukul 08.00. Akhirnya ia harus memutari hampir seluruh gor. Karena tidak mau kehilangan momen, maka ia pun berjalan kaki mengelingi gor. Dan akibat pertandingan pk08.00 gerbang baru dibuka pada pk11.00 WIB. Duka lainnya yang mereka sayangkan yaitu masih banyak orang-orang yang terjun disana tidak bekerja dengan maksimal. Namun, dibalik hal tersebut bekerja sama dengan orang-orang tersebut sangatlah lancar dan bisa saling menghargai satu sama lain.

  • Apakah harapan & tips agar dapat magang dengan baik.
  1. Dengarkan kata hati. Sebelum melakukan sesuatu pikirkan dampaknya terlebih dahulu, apa yang tepat dan tidak tepat. Melakukan sesuatu bukan hanya karena memenuhi sesuatu tetapi harus memikirkan dampak untuk diri sendiri dan orang lain.
  2. Mengerjakan sesuatu sesuai dengan passionnyabaru setelah itu bisa mengerjakan dengan maksimal. Yang penting adalah ilmu pengetahuan dan pengalamannya. Jangan melihat tujuan hanya jangka pendeknya saja tapi lebih melihat jangka panjangnya.