Seminar Penjurusan Strategic Communication

MATERI SEMINAR PENJURUSAN STRATEGIC COMMUNICATION ANGKATAN 2016

IBU MISTY: PR DI DIGITAL ERA

Pemahaman orang awam pada umumnya, PR biasanya selalu berhubungan dengan media. Namun, PR hanya berevolusi. PR ada dua jenis, namun yang ada di dalam industri mengacu pada traditional PR, bagaimana sebuah perusahaan agar mempunyai public visibility. PR yang dulu masih relevan, kita semua masih membutuhkan jasa traditional PR, namun para praktisi PR lah yang harus beradaptasi dengan kebutuhan klien. Masyarakat selalu mencari berita yang engaging, fun, dan informal. Sebagai praktisi PR, kita harus bisa membuat sebuah konten yang baik, dengan cara penyampaian yang engaging, dan informasi tersebut bisa sampai tepat sasaran.

PR harus berevolusi, karena:
1. Stakeholders are less trusting and more demanding for effective communications
2. Successful corporate communications in digital age, understand and respect the stakeholders’ power.

Sebuah bisnis membutuhkan transparansi, sehingga fungsi PR dan marcomm menjadi berdampingan. Tren serba cepat (real time), dimana para media dituntut untuk menulis berita secepat mungkin, contohnya sebuah press conference yang selesai pukul 12, 30 menit kemudian berita tersebut harus sudah terupdate. Press release umumnya di email agar langsung bisa diupdate. Walaupun media tersebut merupakan media cetak, namun citizen journalism akan mengupload konten berupa video di sosial media/website. Terakhir, adanya fragmentasi. Stakeholder dan platform yang bermunculan semakin banyak, brands and sub- brands, demands on budget, data, audiences, touch points, channels, geographies, and more things to say.

Nama perusahaan, juga merupakan brand. Brand merupakan sebuah tanggung jawab PR. Konten yang dibuat semenarik mungkin, bisa memuat storytelling content (contohnya, video Lifebuoy). Namun utamanya, PR harus bisa mendatangkan bisnis bagi perusahaan.

Syarat konten yang baik, yaitu S.H.A.R.E.S.
S  -  Substance
H -  Heat
A  - Advocacy
R  - Relationships
E  - Evolution
S  - Synchronicity

DICKY SATYA
Klien adalah the only common object we have when doing a work. Marketing adalah ketika sebuah produk yang dikomunikasikan kepada konsumen. Produk ini adalah fungsi maupun solusi kebutuhan masalah. Cara menjual produk yang berbeda sebenarnya sama antara satu dengan yang lainnya. Corporate adalah sebuah konsep dari sebuah produk dalam gambaran yang sangat besar untuk sebuah eksistensi solusi dan juga ekosistem.

SESI TANYA JAWAB

1. Penjelasan perbedaan antara marcomm (Marketing Communication) & Corcomm (Corporate Communication). Lebih bagus corcomm atau marcomm. Problemnya milih jurusan sulit, pendapat ortu, adanya berbagai macam stereotip. Contohnya, marcom gaji kecil, corcomm gaji gede.

DICKY :
Sarannya, dicoba saja dulu semuanya. Saat jadi marcomm, saya kira corcomm itu begini. Di saat jadi corcomm, sekarang sudah tidak tahu seperti apa. Gojek dimulai dari startup, tidak seperti korporat pada umumnya. Jika menyampaikan pada orang tua
seperti ‘mau ikut bekerja di startup saja’, pasti akan tetap jadi tanda tanya bagi mereka. Sebanyak apa kamu bisa mengambil pengalaman, waktu, dan ruang di sebuah tempat itu sangat baik untuk melihat semuanya. Dengan kedua exposure itu bisa saja kamu membuka usaha lain yang lebih sukses. Saya tidak akan mengkotak- kotakkan sebuah profesi itu seperti apa. Challenge untuk kalian sudah lebih banyak pola dan kesempatannya.

MISTY :
Saya setuju dengan Dicky. Istilah gampangnya, follow your heart. Salah satu yang aku notice, industri komunikasi itu versatile. Mau dari prodi apapun, darimana pun, bidang apapun. Namun karena harus memilih, pilihlah yang cocok dengan keadaanmu saat ini.Konsekuensi dalam menjalankannya. Sebenarnya bisa saja pindah kiri dan kanan. Marcomm dan Corcomm sekarang sudah terintegrasi.

2. Apa perbedaan kerja Corcomm di perusahaan dan agency?

MISTY :
Tidak ada bedanya. Kita semua pny client, punya boss. Profesi sangat sulit dijelaskan, selain versatile. NGO programnya akan lebih panjang, lebih butuh strategi dan sociable, harus ada kolaborasi, integrasi dengan komunitas, dsb.

DICKY :
NGO melakukan aktivitas nyata. Memberi dampak/impact terhadap kegiatan. Tapi saya ingin NGO punya keluwesan yang dipunyai marketing. NGO biasanya sangat ‘marcomm’, marketing juga ingin menjual sesuatu yang punya impactnya. Memiliki sebuah strategi komunikasi yang relevan dan menyenangkan (gampang) dan beri impact.

MISTY :
Kendala korporasi/NGO, satu team hanyaduatiga orang, anggotanya sedikit jadi butuh org lain, jadi membutuhkan agency, kegiatan yang ada social cause juga dibantu.

3. Bagaimana cara membuat campaign yang menarik perhatian semua orang, online media mempunyai banyak materi dan banyak hoax dan konten yang tidak berkualitas namun disukai masyarakat.

MISTY :
PR Activation Wheel, pedoman campaign yang berdampak. Campaign PR minimal 6 bulan-1 tahun, dengan mengikuti itu kita akan tahu seberapa besar dampak campaign kerjasama, dan sejauh apa kerjasama tersebut.

DICKY:
Ide kampanye water for Africa itu jujur, mereka menyamakan relevansi jarak 42 km marathon dengan realita = harus berjalan sejauh itu di Afrika untuk mendapatkan air. Pesannya sampai, simple but relevant.