Kuliah Tamu Ethics & Communication Philosophy

Sebagai mahasiswa yang juga berperan sebagai audiens media, kita harus mencari informasi dari media-media yang berkualitas. Sedangkan sebagai pegiat media nantinya, kita harus memiliki integritas untuk membagikan konten yang berkualitas pula. Ia percaya, orang-orang yang berada di dalam lingkup media menjadi ujung tombak peradaban dengan ide-ide yang terkandung di dalamnya. Persepsi, opini, dan ide menjadi hal yang ‘dijual’ media. Apalagi dalam konteks politik. Media, termasuk media sosial, dianggap sebagai sarana realisasi demokrasi yang mendorong kebebasan informasi. Hal ini memang baik, tetapi tetap perlu diwaspadai oleh kita, baik sebagai audiens maupun pegiat media. Media jelas memiliki peran yang besar dalam memengaruhi opini dan tindakan masyarakat. Karenanya, jangan sampai media memberikan informasi yang justru menyesatkan. Scientific dan critical thinking menjadi dua pemikiran yang perlu diterapkan.

Scientific thinking adalah pemikiran yang mempertanyakan asal usul informasi di media, seperti “Apa bukti bila hal itu memang benar?”. Sedangkan critical thinking menguji apakah informasi tersebut benar. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca cermat, skeptis, dan mencari sumber lebih dari satu.

Saat ini, orang menjadi sangat mudah untuk mendapatkan informasi melalui aktivitas secara daring. Berbagai sumber media pun bisa menjadi sumber informasi termasuk media-media yang tidak jelas redaksi dan juga sumber beritanya. Dan mengapa anak muda? Karena anak muda merupakan paling update tentang cara bersosialisasi secara daring di jaman ini. Anak muda secara psikologis masih mudah untuk dipengaruhi, apalagi dengan dekatnya anak muda dengan gadget mereka dan mendapatkan paparan informasi yang sangat mudah diterima oleh anak muda dengan kondisi psikologis yang belum siap menyaring informasi.

Dampak dari informasi yang beredar ini kemudian menurut Cania Citta akan membuat orang mengambil keputusan yang salah. Disitulah kekuatan media untuk memberikan pengaruh kepada khalayaknya (Hypodermic Needle Theory atau Teori Jarum Suntik).

Dan tuduhan James kecenderungan anak muda sebagai titik buta moral dan etis menurut kami tidak adil untuk dipukul-ratakan ke semua anak muda. Memang secara teori masuk akal apabila tuduhan tersebut dialamatkan kepada anak muda, namun yang harus disadari bersama juga bahwa tidak semua anak muda memiliki kecenderungan melakukan aktivitas berbagi tanpa bisa melihat moral dan etika. Karena sebenarnya setiap individu tentunya memiliki sikap dan kemampuan untuk menyaring informasi berbeda-beda, maka dari itu tidak adil apabila tuduhan tersebut dijatuhkan kepada semua generasi muda tanpa adanya pengecualian terhadap beberapa golongan.

Materi lainnya :

PPT Cania Citta

PPT Dinita Andriani

PPT Agus Sudibyo

PPT Khelmy K. Pribadi